BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Sunday, May 31, 2015

Menjawab Akhir Cerita Ambigu Inception


Inception ini bukan sekedar film science fiction seperti kebanyakan karena di ceritanya mencoba membuat penonton meragukan ke-fiction-an Science-nya (maaf bahasanya berat). Membuat penonton (saya) hampir percaya kalau science (berbagi mimpi) di dalam film itu juga dipakai sebagai alat latihan militer. Saya mengakui kalau saya bodoh ketika mencari tentang kebenarannya di internet. Saya tidak bilang semua orang berhasil dikelabui tapi paling tidak ada satu orang yang hampir percaya.

Yang saya tulis di sini mengandung Spoiler Garis Keras. Jadi di-bookmark dulu bagi yang belum menonton filmnya, supaya nanti di kemudian hari ketika kalian bingung akan akhir filmnya bisa kalian buka lagi artikel saya ini. Mudah-mudahan membantu!

Artikel ini saya buat sesingkat mungkin jadi saya anggap pembaca sudah akrab dengan Inception (tahu nama tokoh & tahu setiap kejadian) dan saya ingin pembaca sudah jelas dengan teori-teori yang ada di dalamnya (totem, sharing dream, dream within a dream, Limbo dll). Jika belum maka silakan tanya di kolom komentar atau searching sendiri jika ingin lebih cepat.

Apa yang saya maksud dengan akhir ambigu Inception? Bukannya sudah jelas akhirnya?


Well, jika ada yang berpendapat bahwa akhir ceritanya sudah jelas berarti kalian belum menikmati Inception sepenuhnya. Karena menurut saya menonton Inception akan lebih nikmat jika memikirkan kerumitan menentukan akhir dari ceritanya. Karena setelah menonton Inception saya dihantui oleh kejadian-kejadian di akhir cerita yang memiliki dua sisi maksud.

Tidak apa-apa juga si kalau kamu cepat menentukan akhir ceritanya karena setiap pemikiran orang berbeda-beda. Hanya saja the Director of Inception, Christopher Nolan pernah ditanya tentang akhir dari filmnya namun ia sendiri menjawab kira-kira "akhir ceritanya biar saya serahkan kepada penonton". Dari sini makanya saya menyimpulkan bahwa si Director sengaja membuat akhir ceritanya ambigu.

Dari beberapa teman saya pun juga memiliki versi berbeda-beda tentang akhir ceritanya. Ada yang yakin akhir ceritanya Cobb terperangkap Limbo, ada pula yang yakin akhir ceritanya Cobb berada di dunia nyata. Namun ada pula yang tidak yakin antara keduanya. Ini saja sudah jelas bahwa akhir ceritanya ambigu antara kenyataan atau Limbo.

Lalu mengapa dibuat ambigu? Bukannya film tujuannya untuk menghibur?


Well, siapa bilang kalau film yang membuat kepala penonton meledak tidak menghibur? Justru saya dan beberapa teman saya suka genre film yang seperti itu. Alasan sutradara mungkin ingin menambah kontroversi untuk filmnya supaya memiliki nilai tambah. Kalian tahu jaman sekarang kontroversi selalu menjadi nilai tambah.

Di mana letak ambigunya?  (antara Kenyataan atau Limbo)


Saya akan menjawabnya dari bagian akhir cerita Inception di mana Cobb terdampar di pinggir pantai dan bertemu Saito Tua (old Saito)

Pertama, Old Saito setelah diyakinkan oleh Cobb bahwa dunianya tidak nyata, Ia langsung memegang pistolnya. Di sini Scene seketika berganti latar di Pesawat memperlihatkan Cobb yang bangun dari "berbagi mimpi"nya. Dalam adegan Pistol tersebut, jika Old saito bunuh diri, maka Old Saito dan Cobb akan bangun dari Limbo dan akhir ceritanya adalah KENYATAAN. Namun jika Old Saito malah membunuh Cobb maka Cobb akan masuk ke Limbo yang lebih jauh. 



Alasan Old Saito membunuh Cobb bisa saja karena Saito sudah terlalu lama di Limbonya (sekitar 50 tahun) sehingga Ia tidak percaya bahwa kehidupan yang Ia lewati di sana adalah mimpi dan menganggap Cobb orang yang menjebaknya untuk bunuh diri. Old Saito juga sempat percaya dan ingat akan perjanjiannya dengan Cobb namun bisa saja Old Saito berfikir bahwa Cobb itu palsu dan memanfaatkan perjanjian masalalu Old Saito untuk menjebaknya bunuh diri.

Mengapa ketika Old Saito bunuh diri maka mereka terbangun tapi ketika Cobb dibunuh maka Cobb akan jatuh ke Limbo? Karena Old Saito sudah berada di Limbo. Dalam Limbo ketika orang mati maka akan bangun dari mimpi, sedangkan mimpi di Scene tersebut adalah mimpi milik Saito sehingga Cobb akan bangun ketika Saito bangun. Jika Cobb yang mati maka Cobb terjatuh di Limbo karena dalam Scene tersebut Cobb belumlah berada di Limbo, Cobb masih ingat bahwa itu mimpi.

Alasan kedua akhir Inception ambigu karena banyak dari penonton mempermasalahkan kejadian setelah di bandara ke rumah Cobb. Dalam adegan tersebut Cobb berada di Bandara dan berhasil melewati administrasi namun Scene langsung berpindah ke rumah Cobb. Hal ini seperti mimpi. Tapi padahal semua film juga sering melakukan pemendekan adegan supaya menghilangkan adegan yang tidak penting/tidak perlu. Hal ini tentu saja logis untuk keduanya dan membuat ambigu.

Ketiga adalah Totem. Nah ini yang utama. Ketika Cobb berada di Rumah Ia memutar Totem dan ditinggalkannya karena Ia telah rindu bertemu anak-anaknya. Jika totemnya tidak berhenti berputar maka Cobb masih dalam mimpi. Namun jika Totem berhenti berputar berarti Cobb berada pada kenyataan. Dan kalian tahu sendiri akhir dari Totem tersebut. Tidak berhenti berputar dan terus berputar. Ketika hendak berhenti berputar pun, Film selesai sampai di situ. Akhirnya pun masih belum jelas, bukan?




Menjawab Akhir Cerita Ambigu Inception:



Tenang di sini saya tidak hanya menunjukkan ketidakjelasan akhir ceritanya namun juga menyampaikan Teori yang menarik untuk akhir dari Inception. Sehingga kita sebagai penikmat filmnya bisa mati dengan tenang.

Teori ini disampaikan seseorang di situs 9gag.com beberapa tahun lalu. Sebenarnya saya sudah tahu hal ini lama namun saya baru punya niat menuliskannya sekarang.

Ingat ketika totem di akhir scene tidak jelas antara berhenti atau tidak?

Mari kita bahas tentang totem terlebih dahulu. Dalam Inception setiap orang memiliki totem yang berbeda-beda untuk parameter penunjuk dunia nyata atau dunia mimpi. Di film ditunjukkan bahwa Arthur memiliki dadu sebagai totemnya, Ariadne memiliki totem berbentuk bidak catur, Dan istri Cobb (Mal) sang pencipta totem memiliki gasing sebagai totemnya. 


Syarat utama sebuah totem adalah totem harus memiliki cirikhas khusus yang hanya boleh diketahui pemiliknya. Hal ini ditujukan agar orang lain tidak memanipulasi totem tersebut dan menjebak seseorang di dalam mimpi seperti dilakukan Cobb kepada Mal. Ketika Mal menciptakan sebuah totem berputar dan Cobb tahu cara kerja totem tersebut, Cobb menanamkan ide kepada Mal dengan memutar totemnya di berangkas Mal sehingga Mal berfikir bahwa setiap kali Ia bangun Ia merasa masih tetap berada di dalam mimpi. Dari situ Cobb memberitahukan ke rekan-rekannya bahwa cara kerja totem tidak boleh diketahui orang lain supaya kejadian tragis tersebut tidak terulang.

Lalu mengapa Cobb memberitahu Ariadne cara kerja Totem Gasing berputar?

Jawabannya jelas, karena totem tersebut bukan totem milik Cobb. Totem itu milik Mal. Sehingga kejadian totem di akhir cerita tidak bisa dijadikan parameter penentuan akhir cerita. Penonton harus mencari totem milik Cobb sendiri.

Lalu Apa totem milik Cobb?

Apakah yang membedekan Cobb bermimpi atau tidak?

Dalam kenyataan, Cobb telah berpisah dengan Mal karena Mal telah bunuh diri. Namun di dalam mimpi mereka masih bersama. Mereka masih pasangan suami istri.

Lalu benda apa yang membedakan seseorang menikah atau tidak? Awalnya saya tidak percaya hal ini namun kemudian saya mencari tahu langsung dan menemukan ini: (klik untuk membuka)







Maka Jawaban dari akhir cerita adalah: Totem Cobb adalah Cincin kawin di tangan kanannya. Sehingga...

...Sampai saat itu Cobb masih bermimpi untuk tetap bersama istrinya namun Cobb telah bertemu dengan anak-anaknya di dunia nyata.

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

12 comments:

  1. terimakasih banyak, sangat menarik sekali nih...

    ReplyDelete
  2. wkwk keren sobb idenya.. btw gua ada pertanyaan nihh.. ketika ariadne masuk ke mimpinya cobb, di adegan yang ada cermin yang digeser trus dipecahin, sama dijembatan, trus ada adegan si mal nusuk ariadne dan mereka berdua bangun, si cobb meyakinin dirinya bukannya lewat gangsing??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gua nonton film-filmnya crhistopher nolan, gua selalu menemui adegan yang tidak diberikan penjelasan di filmnya, jadi gua menggunakan asumsi.

      dan asumsi gua untuk adegan itu, cobb paranoid dengan limbo, sehingga dia menggunakan dua buah totem untuk meyakinkan dirinya.

      Delete
  3. Ariadne masuk ke limbo kan? Setelah itu dia jatuh(mati) lalu sadar di mimpi tingkat tiga kan, tidak masuk lebih jauh ke limbo.
    Jadi klo old kaito bunuh diri maka mereka berdua akan sadar , dan klo pun Cobb yang di tembak bukannya malahkembali ke mimpi tingkat 3? Tolong d jawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita sebut mimpi A adalah mimpi di mana cobb bersama ariadne-mal di dunia yang hancur. dan mimpi B adalah Limbo milik Saito.

      Saito memasuki B, sehingga ketika dia mati, dia malah terbangun di realita.

      Cobb tidak memasuki limbo (limbo milik cobb sendiri) sehingga untuk naik ke mimpi sebelumnya, dia butuh Syncronize Kick, yaitu sentakan dobel dari mimpi A dengan sentakan di mimpi B. Untuk naik ke mimpi A, cobb butuh gempa di mimpi A yang bersamaan dengan tembakan pistol di kepala Cobb di mimpi B.

      jika cobb telah lama berada di mimpi saito, maka sentakan dari keruntuhan mimpi A mungkin sudah tidak ada. Asumsi gua. kenapa gua berasumsi seperti itu? Karena asumsi itu yang menyempurnakan ke-ambigu-an plotnya.

      Delete

My Blog My Rules!