BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Wednesday, November 20, 2013

Day 8: Pervert Accountant in Love | 30 Days Blog Challenge

Sebagai mahasiswa akuntansi gue nemuin banyak hal berlawanan antara akuntansi dengan hubungan percintaan. Hal berlawanan ini udah sepantesnya terjadi karena antara akuntansi dengan hubungan percintaan sangat berlawanan dari segi prinsip pengambilan keputusan. Kalau akuntansi punya prinsip bahwa apapun yang akan dilakuin harus berdasarkan logika sedangkan percintaan harus dilakuin berdasarkan hati dan perasaan.

asek

Sok Sedap Level Sotoy!


Gue gak nyangka ternyata perbedaan antara prinsip percintaan dengan prinsip akuntansi ini terlalu jauh dan akibatnya banyak hal yang berlawanan antara keduanya.

Dari beberapa prinsip akuntansi yang gue pelajari di bangku kuliah yaitu:


Melakukan penyusutan sesuai masa manfaat


Dalam akuntansi beberapa harta-tetap (fixed assets) memiliki masa manfaat yang sudah ditentukan lamanya dan nilai harta tersebut akan disusutkan sampai habis masa manfaatnya.

Contoh: Sebuah perusahaan membeli kendaraan seharga 50.000 (misal). Perusahaan menentukan masa manfaat kendaraan tersebut selama 5 tahun dan akan disusutkan dengan metode garis lurus sebesar 10.000 pertahun. Maka dalam tahun ke 3 harga kendaraan tersebut menjadi 20.000 atau dalam tahun ke 5 kendaraan tersebut tidak memiliki nilai untuk perusahaan. Biasanya ketika masa manfaat hampir habis, perusahaan akan menjual kendaraan tersebut dan membeli kendaraan baru.

Penyusutan fixed asset bertujuan untuk memperkecil pajak yang dibebankan pada perusahaan dengan tanpa memperkecil pendapatan perusahaan.

Kalau hal ini dipraktikkan dalam hubungan pacaran sih gue gak setuju! Misal begitu gue dapet pasangan (GUE BILANG MISAL!!!) gue berencana akan menyusutkan rasa sayang gue ke pasangan dengan menggunakan metode garis lurus untuk masa manfaat 12 bulan. Ini sama aja gue merencanakan putus sama pasangan gue untuk 12 bulan ke depan dengan keadaan gue gak sayang lagi sama doi.

Coba bayangin hal ini terjadi. Setiap bulan gue akan menyusutkan rasa sayang gue, dari bulan pertama yang setiap harinya nelfon dikurangi jadi seminggu sekali. Atau yang biasanya ngucapin met tidur sama pasangan tiap malem akhirnya udah gak pernah ngucapin lagi karena penyusutan perasaan sayang. Sampai masa manfaat pacaran hampir habis gue akan ancang - ancang nyari pasangan baru dan berencana mutusin pasangan sekarang di akhir masa manfaat pacaran di bulan ke 12.

Dengan perasaan sayang yang disusutkan sampai habis maka ketika putus pun gue gak akan merasakan patah hati. Atau kalau pasangan minta putus gak tepat pada habis masa manfaat paling gak rasa sayang gue udah berkurang dan gue gak sakit hati terlalu parah.

TAPI INI KEJAM!

Ini egois namanya dan gak manusiawi. Mungkin secara gak sengaja ada sebagian orang yang gunain metode ini dalam berhubungan. Biasanya yang pakai ini dalam berhubungan bisa diliat dari seringnya dia gonta - ganti pasangan.

Asumsi Unit Moneter


Dalam akuntansi dikenal satu asumsi yaitu Asumsi Unit Moneter. Dalam asumsi unit moneter, uang adalah denominator umum yang relevan, sederhana dan universal dalam mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk pengguna Laporan Keuangan. Bahasa sederhananya semua harta termasuk persediaan, kewajiban, pendapatan dan beban nilainya dinyatakan dalam satuan uang bukan dalam satuan kuantitas.

Jika asumsi ini gue praktikkan ke dalam hubungan percintaan, gue bisa - bisa jadi cowok materialis. Dalam asumsi unit moneter gue harus mengkonversi semua perasaan gue kedalam nominal uang. Otomatis ini gak manusiawi.

Ketika gue hendak menjalani hubungan dengan seorang wanita maka gue harus mengkonversi perasaan gue ini ke nominal uang dan membandingkan perasaan gue dengan investasi atau tabungan. Gue harus bisa memilih mana yang lebih menguntungkan antara perasaan cinta gue, investasi dan menabung. Kalau ini terjadi mungkin Teori Ekonomi akan berubah total.

Asumsi unit moneter gak cocok dipraktikkan ke hubungan percintaan karena gak manusiawi dan membelenggu perasaan dengan pemikiran materialis. Kalau menurut gue sih dalam semua hubungan pastinya butuh pengorbanan anggaran makan (khusus anak kos *lol). Tapi jika dalam sebuah hubungan keduanya saling pengertian dan gak nuntut macem - macem sih apapun cobaannya pasti bisa dilalui bersama. Beda kalau misalnya si cewek mintanya dinner di tempat beda tiap malem padahal si cowok anak kosan, atau cowoknya gak tau diri sukanya ngutang sama ceweknya ini mah bakalan susah hubungannya.


Balance!


Ini prinsip dasar akuntansi untuk penjurnalan bahwa nilai kanan (debet) harus sama dengan nilai kiri (kredit). Jika nilai kanan dan kiri berbeda atau tidak balance maka pasti ada yang salah dari pencatatannya. Tapi yang perlu diketahui, debet bukan berarti kolom yang digunakan untuk mencatat pertambahan harta dan kredit bukan berarti kolom yang digunakan untuk mencatat pengurangan harta.

Jelas ini gak boleh dipraktikkan di hubungan percintaan karena emang gak mungkin juga ada orang yang mau nerapin. Bayangin aja kalau gue nerapin hubungan percintaan gue harus balance antara bahagia dan sedih. Jika dalam pertengahan periode hubungan pacaran gue merasakan 5 kebahagiaan bersama pasangan maka gue butuh 5 kesedihan bersama pasangan gue untuk menyeimbangkan (balance).

Hubungan macam ini dijamin gak bertahan sehari. -___- Bukannya sebuah hubungan dijalani tujuannya bahagia? mana ada hubungan tujuannya setengah bahagia setengah sengsara?

-------------------------------------------------------------

Kadang gue juga mikir ternyata akuntansi dibuat sangat berdasarkan logika dan berlawanan dengan perasaan. Ilmu yang gue serap dari akuntansi bener - bener gak boleh diterapin selain di pembukuan. Gue juga takut gak bisa bawa ilmu ini dan nerapinnya di kehidupanbikin gue orang yang gak manusiawi. Jadi, ati - ati aja buat mahasiswa akuntansi lainnya jangan sampai ilmu akuntansi disalahgunakan.

Iya, ini emang postingan ngaco! biarin!

Artike ini adalah bagian dari tantangan 30 hari ngeblog

baca artikel sebelumnya : My Weird Habits

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

18 comments:

  1. Hahaha ngakak gue baca ini. Serius banget menghubungkan apa yang lo pelajarin sama cinta-cintaan padahal tema hari ke delapan itu surat cinta hahaha. Mau gue baca dua kali ah biar ngena :p
    btw gue juga ikutan challengenya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue gak nyontek list tapi kok :D listnya bikin sendiri tapi ada beberapa yang nyontek tapi tetep dimodifikasi gituh :D

      oya, ngakak? sukurlah :D :D jangan diterapin ini sesat

      Delete
  2. Ya ampuun Kakak,
    antara akuntansi dan cinta?! Eh buseedh deh, . Kok bisa2nya gitu dibanding-bandingin.
    Moga nggag ada orang waras yg pacaran macam akuntansi begitu, kasian. Kaka juga lho yaa. , sebagai pembelajar akuntansi nggak boleh lho. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya adek, kakak gak setega itu kalau sama pasangan dek :D

      Delete
  3. Ini... bisa aja lo sob, membandingkan antara cinta dan akuntansi. Mungkin persamaanya satu; sama2 butuh duit :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. akakak! tapi akuntansi gak butuh perasaan :D

      Delete
  4. Kali ini ngakak lagi XD akuntasi dan cinta, itu dua hal yang menurut gue kampret lah, yaa karena gue sendiri kurang ngerti akuntasi :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga dari tulisan ini sedikit ngerti lah ya :D

      Delete
  5. Replies
    1. kok di blog ini ada tulisan lucid dream ya gan ?
      kalo boleh ane request dong gan :)
      mau tau lebih dalem lagi soalnya

      Delete
  6. Ngaco bener nih sob,,tapi kreatif...
    Memang benar sih ,jauh banget bedanya antara Cinta dan Akutansi ,Logika dan Kasih sayang.Dari segi tulisan nya aj udah beda jauh....

    ReplyDelete
  7. hahaa skrg cinta dan akuntansi dibandingkan, ada ada saja :D

    ReplyDelete
  8. udah lama gak pernah maen ke blog ini , trnyata isinya tetep curhatan" konyol wkkwkwk

    ReplyDelete

My Blog My Rules!