BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Monday, November 18, 2013

Day 6: What am I Afraid of | 30 Days Blog Challenge

Yang akan saya tulis adalah ketakutan saya terhadap hal yang ada di dunia terlepas dari ketakutan saya terhadap Allah dan hari pembalasan.

Jika seseorang memiliki rasa takut menurut saya sih manusiawi. Bahkan orang yang "laki" badannya berotot seperti pakde saya juga takut sama uler. Jadi sebelum baca selengkapnya tolong buang jauh - jauh paradigma di mana seorang lelaki gak boleh takut dengan hal - hal kecil dan remeh. Manusia kan berbeda - beda. Saya juga gak menginginkan untuk memiliki rasa takut dan bahkan saya juga berusaha memerangi ketakutan saya. Tetapi adakalanya ketakutan itu susah untuk dilawan tetapi bukan berarti saya lemah. Bahkan sampai sekarang saya masih memerangi ketakutan saya.

Oke langsung aja, selain saya takut dengan cinta (uhuk) saya juga takut dengan beberapa hal di bawah ini:

1. Ular


Kasus pertama saya berhadapan dengan ular adalah ketika umur saya 7 tahun, saat itu tepat ketika malam sebelum perayaan ulang tahun saya ke 8. Malam itu saya pulang dari rumah nenek jalan kaki sendirian dan melihat seekor ular di depan saya dengan matanya menatap tajam ke arah saya. Saya hanya bisa diam menatap ular tersebut bahkan saya mencoba lari dan teriak tetapi seluruh tubuh seperti beku.

Ular itupun pergi dengan sendirinya. Mungkin si ular kala itu melihat mangsanya yang gak berdosa dan mengurungkan niat untuk memakannya. Setelah kejadian ini gak ada seorang pun yang tahu. Bahkan ini pertama kalinya saya menceritakannya. Setelah kejadian ini bahkan sampai sekarang saya masih membayangkan bagaimana seandainya ular tersebut malah menyerang saya dan saya pun terkena racunnya. Saya pun masih merinding mengingat kejadiannya.

Kasus terakhir yang saya alami dengan seekor ular adalah kemarin. Ketika saya hendak buang sampah saya melihat ular dengan ukuran sebesar tali tambang. Kecil sih, tapi ular itu membuat saya teriak macam ibu - ibu yang sampai tiga blok dengar teriakkan histeris dan fenomenal saya itu.

Ular memang selalu menguji kejantanan saya.

2. Kacang Panjang


Saya mengerti perasaan orang yang terkena pobia karena saya pun juga merasakannya. Jenis pobia yang dialami seseorang berbeda - beda dan terkadang juga aneh. Ada teman dengan pobia nasi, pobia kucing dan masih banyak lagi. Kalau boleh memilih maka saya juga gak mau memilih untuk takut dengan kacang panjang. Ketakutan saya dengan kacang panjang ini bukan lelucon dan bahkan gak lucu!

Mungkin orang lain yang gak pernah merasakan pobia akan menjadikan pobia orang lain sebagai hiburan bahan ejekan dan bahan tertawaan. Tetapi saya beritahu satu hal, pobia itu gak lucu! Semakin orang lain membuat pobia seseorang menjadi bahan tertawaan, maka pobia orang tersebut akan semakin susah dilawan.

Kenapa orang bisa mengalami pobia? apakah mereka dengan sendirinya takut dengan hal - hal tertentu? Pobia itu bukan hanya takut, tetapi juga sedih. Pobia gak datang dengan sendirinya. Beberapa teman saya yang saya aja sharing tentang pobia juga mengatakan bahwa pobia yang mereka alami memiliki penyebab tertentu. Penyebab orang pobia biasanya adalah kenangan buruk atau kejadian buruk yang pernah menimpa hidupnya.

Saya pun juga memiliki kejadian tersendiri untuk pobia yang saya alami. Saya nggak mau menceritakannya, intinya pobia bukanlah pilihan. Saya mendapatkan ketakutan ini dari kenangan buruk saya. Kenangan itu membuat saya takut dengan sosok kacang panjang dan takut akan kenangannya. Bahkan tanpa melihat kacangnya langsung dan hanya dengan membayangkannya saya bisa teringat kejadian itu. 

Ketakutan ini pun berkembang menjadi kegelian ketika menyentuh kacang panjang. Mulanya saya hanya takut dengan kenangannya saja, tetapi ketakutan saya berkembang karena teman - teman yang menjadikan pobia saya ini bahan tertawaan. Sekarang saya sulit melawan pobia tersebut. 

3. Binatang mati


Cicak mati, ayam mati, kecoa mati dan binatang lain yang mati di depan mata saya, walaupun saya gak setakut melihat ular, tetapi saya takut untuk mendekatinya. Ketika ada binatang mati seperti cicak mati di kosan, maka akan saya panggil teman saya untuk membuangnya. Saya juga mampu membuang bangkai itu sendiri namun setelah itu saya bisa geli merinding sampai pucat.

----------------------------------------------------------------------

Itu dia tiga hal yang saya takutkan. Saya gak takut dengan kegelapan bahkan saya suka kegelapan, saya gak takut dengan penjahat bahkan saya berencana melawan jika ditodong, saya gak takut ketinggian, saya gak takut hewan buas (selama hewan tersebut masih hidup), tetapi yang namanya manusia saya pun gak sempurna. Ketakutan akan beberapa hal yang saya miliki juga gak saya inginkan ada dalam diri saya. Tetapi saya bukan membiarkannya begitu saja, saya juga berusaha melawan.

Maaf kalau tulisan saya kali ini membosankan, karena saya gak lagi melucu tentang ketakutan yang saya alami. karena ketakutan yang dialami seseorang itu gak lucu! seharusnya jika seseorang takut akan sesuatu maka kita harus membantunya melawan ketakutannya.


Artike ini adalah bagian dari tantangan 30 hari ngeblog

baca artikel sebelumnya : My Views on Politic

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

2 comments:

My Blog My Rules!