BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Sunday, November 17, 2013

Day 5: My views on Politic | 30 Days Blog Challenge



Ini udah nyampe di hari ke lima dan saya pengen nulis sesuatu  yang berat  - berat. Politik!

Politik adalah cara atau kebijakan.

Saya adalah orang yang berada di lingkungan manusia primitif  di mana mereka masih menganggap politik adalah sampah, politik adalah kotor. Nih ya gue kasih tau, politik itu seperti yang udah gue bilang tadi, politik adalah cara. Mau caranya curang atau bersih itu tergantung, politik gak harus selalu bersih dan juga gak selalu kotor. Bahkan amandemen ke 13 yang diperjuangkan Presiden Amerika Abraham Lincoln yang telah menghapuskan sistem perbudakan di Amerika didapat dari politik curang. Coba kalau Presiden Lincoln tidak bermain curang dalam memperoleh suara untuk amandemennya tidak mungkin sekarang kulit hitam bisa jalan bebas tanpa dirantai.

See? Politik telah merubah sejarah tentang kesetaraan manusia dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Dari contoh politik curang yang membawa kebaikan tadi, yaitu amandemen ke 13 tentang penghapusan sistem perbudakan, saya berpendapat bahwa politik curang yang dilakukan Presiden Lincoln bertujuan untuk melawan politik yang lebih curang yang dilakukan partai oposisinya untuk menolak amandemen dengan cara membeli suara (penyuapan).

Kala itu cara curang yang ditempuh Presiden Lincoln adalah menulis surat pernyataan palsu yang membuat sidang voting yang hampir tertunda akhirnya tetap berjalan. Alhasil lebih dari 50 persen suara menyetujui amandemen. Jika Lincoln tidak memalsukan pernyataan maka sidang voting akan tertunda dan bisa saja partai oposisi memiliki tambahan waktu untuk membeli suara  lebih banyak. Kemudian sejarah tidak akan berubah di mana perbudakan akan tetap ada.

Saya si bukan kuliah jurusan ilmu politik atau hukum atau sejarah. Saya hanya calon akuntan (amin). Tetapi saya tertarik dengan dunia politik sejak saya berada di bangku SMA kelas 2.

Ketika itu saya sedang berada di kelas dan duduk di sebuah kursi sembari memandang sinar mentari… (asek…) saya duduk sambil memikirkan politik. Di pikiran saya saat itu adalah sebuah pertanyaan tentang apa jadinya sebuah negara jika masyarakatnya membenci politik.

Seperti saya bilang tadi sejak SMA saya berada di lingkungan manusia primitif yang menolak politik. Sebagian besar remaja Indonesia tidak suka politik dengan alasan karena politik itu curang dan kotor. Kenapa mereka yang mengaku idealis itu tidak terjun saja ke dunia politik dan membuat perubahan sehingga politik bisa lebih baik? Saya tahu mengapa mereka yang idealis tidak ingin terjun ke politik karena mereka takut terkena arus sehingga mereka nantinya juga akan mengikuti cara kotor dunia politik.

Oleh karena pemikiran remaja yang demikian ini mengakibatkan Indonesia kekurangan sosok politikus yang idealis. Mereka yang idealis cenderung menghindari politik walaupun tidak semua. Coba saja jika seluruh orang yang "lurus" itu masuk ke dunia politik, maka mungkin politik di Indonesia tidak sekotor ini sampai korupsi di mana - mana. Paling tidak cara curang dalam berpolitiknya tidak kotor dan akan tetap membawa kebaikan.

Saya pun juga tidak suka dengan adanya politik kotor semacam praktek korupsi. Yang saya maksud dengan cara curang yang tidak kotor adalah cara tersebut bisa dibilang curang tetapi hasil yang didapat  akan tetap membawa kebaikan. Selama cara tersebut tidak melanggar undang - undang maka sah - sah saja dilakukan. Cara curang yang saya maksud adalah seperti kebohongan publik dan lainnya. Pada dasarnya kebohongan publik sama halnya dengan orang tua kita yang berbohong demi kebaikan kita. Tentunya jika memang kebohongan itu benar untuk kebaikan.

Cara berpolitik seperti penyuapan, korupsi, kolusi dan nepotisme sudah seharusnya diberantas. Seharusnya inilah tugas kita sebagai pemuda Indonesia untuk memerangi kejahatan yang telah merasuki dunia politik Indonesia. Dan bukan malah tak acuh dengan permasalahan tersebut. Menghindari Ini sama saja dengan menghindari peperangan yang ada di depan mata. Kalau kata iklan "gak laki"…!

Nabi Muhammad, Nabi saya, beliau juga berpolitik. Bahkan karena berpolitiklah maka beliau bisa menyebarkan islam. Tetapi apakah cara yang ditempuh Nabi Muhammad juga curang? Saya rasa tidak, karena sudah menjadi sifat nabi jika mereka jujur dan amanah. Mereka seorang nabi tidak akan berbohong dan selalu menggunakan cara jujur.

Tetapi manusia dengan tingkat kejujuran seperti Nabi Muhammad tidak mungkin ditemukan di Indonesia, kan?

Jika orang Indonesia menginginkan politik yang jujur sudah pasti mustahil, karena nabi terakhir yang ada di dunia ini yang mampu jujur dalam segala hal sudah tidak ada lagi. Manusia biasa yang tidak sempurna seperti kita pasti memiliki kesalahan. Maka begitu juga dengan sistem yang dibuat oleh manusia itu, tidak akan bisa sempurna.

Jadi mari anak - anak, ambil sisi baik dari cerita sotoy gue ini. Jika ada kesalahan dalam penyampaian saya mohon maaf. Jika ingin memberi kritik dan sanggahan tolong sampaikan dengan baik. Saya juga manusia yang tidak sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. 

Artike ini adalah bagian dari tantangan 30 hari ngeblog

baca artikel sebelumnya : My Favorite Movie Directors


Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

2 comments:

  1. Wah berat banget pembahasannya, Politik hahaha Tapi memang sistem dan tatanan politik di Indonesia masih banyak yang harus di Perbaiki, tapi pasti butuh waktu dan perdebatan panjang. Semoga para pemain curang yang kotor bisa segera ditangkap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sekali kali :D
      amin amin :D itu juga jadi tugas kita sebagai generasi penerus untuk memerangi praktik KKN di Indonesia

      Delete

My Blog My Rules!