BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Sunday, January 8, 2012

Dream Journal #1

1.      Saya lagi ada di warnet. Disana saya di billing no 4. warnetnya kosong hanya ada saya. Saya langsung download sepuasnya dan sebanyak - banyaknya. Mumpung koneksi lagi saya kuasai. Datanglah wena teman SMA saya. Saya dan wena browsing hampir lama. Kemudian saya ditelfon Thomas yang juga teman SMA saya. Katanya saya disuruh jemput dia di metro penting.. Saya gak mau kemudian saya suruh aja si wena jemput Thomas. Tapi wena malah gak mau. kemudian kami berdua sepakat jemput Thomas bareng. Biar fair semua ikut susah. Kami jalan kaki. setelah di tengah perjalanan saya baru ingat kalau motor saya ternyata saya parkir di situ. (namanya aja mimpi. Selalu ada persepsi begitu saja.) Saya langsung naik motor begitu juga thomas yang entah dari mana gigolo itu dateng langsung naik motor.



2.      Ternyata kami ingin menjenguk ryan yang sedang sakit. Di sana ada perlombaan basket. Lomba itu malah seperti lomba lari tapi sambil men-dribling bola basket. Saya men-dribling bola itu sangat hebat. Di kehidupan yang ini saya merasa Ganteng. Banyak para pesaing saya lewati. saya saling mengumpan dengan teman - teman saya. Sampailah di lapangan basket. Di sana ada ring basket. Saya harus memasukkan bola basket dan saya akan menang. Tetapi sangat sulit untuk memasukkan bolanya (biasanya dalam mimpi suatu hal bias jadi sangat sulit di lakukan). Akhirnya bola itu masuk ke dalam sumur. Ryan mengambil bola itu dan bolanya sangat kotor. Seperti banyak kotoran manusia. Gak enak banget yang ini.

3.      Saya dan ibu saya pergi ke metro. Kami menaiki dua motor yang berbeda. Ibu sambil membonceng nauval adik saya. Setelah sampai di suatu gedung kami masuk. Saya bersama orang laki - laki. Entah siapa. Teryata saya sedang berada di gedung "pt milik universitas muhamadiyah" (persepsi ini muncul begitu saja). Kemudian saya di berikan jaket kuning almamater dan tanda pengenal "guest" oleh teman laki saya tadi. Kemudian teman saya pergi. Saya ditemui oleh seorang tinggi gemuk berjas hitam mirip boboho tapi seorang CEO (lagi – lagi persepsi yang muncul begitu saja). I a menjelaskan mengenai perusahaannya. Saya seolah seperti seorang pengamat atau tim penilai atau semacamnya. Saya merasa berwibawa. Saya juga mengajukan beberapa pertanyaan. Layaknya seseorang yang ingin menilai. Sotoi tingkat Dewa. Datang lagi dua orang seperti seorang pejabat perusahaan. Kemudian saya diberikan tour keliling kompleks perusahaannya.
Saya pulang dan melihaat pakde To (baca “TO”yib) tidur di kasur lantai yang di taruh di depan pintu teras. Katanya dia sehabis tabrakan oleh orang CEO di perusahaan tadi. Pakde di maki- maki oleh si CEO. Pakde mengatakn bahwa ia ditabrak sewaktu membawa motor baru saya.
Setelah itu saya langsung melihat motor yang baru saja dibelikan untuk saya itu. Motor viction dan tidak lecet sama sekali. Gilaaa. Viction? Motor yang tiap hari di bawa temen – temen saya sekolah? Walaupun gak pengen punya tapi ini Viction?

Pingsan

Gak  seperti habis di tabrak viction saya di mimpi masih mulus nan kinclong. Saya langsung ingin menaiki motor itu. Rasa bahagia ku sangat besar. Sebesar punya Jupe. Lebih besar dari Angelina Jolie.

Pas saya mau naik saya berfikir

"ini hanya mimpi(saya akan lucid), saya tidak boleh menaikinya karena ini semua tidak nyata. Saya tidak akan pernah mempunyai motor sehebat itu."

Bangun

Pingsan

Saya kemudian tertidur lagi dan tidak mimpi.

Bangun lagi, ngurung diri di kamar sambil melihat bulan dari jendela. Shock. Harusnya bisa Lucid.
Yang saya sadari dari mimpi ini, saya ternyata takut jika saya terlalu terobsesi sama Viction. Saya takut jika saya gak pernah kesampean naik viction saya bakalan bunuh diri atau bahkan sekedar ngiris nadi.
Kasian banget.



Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

0 komentar:

Post a Comment

My Blog My Rules!