BatMonster
Facebook Twitter Youtube Soundcloud

Sunday, May 31, 2015

Menjawab Akhir Cerita Ambigu Inception


Inception ini bukan sekedar film science fiction seperti kebanyakan karena di ceritanya mencoba membuat penonton meragukan ke-fiction-an Science-nya (maaf bahasanya berat). Membuat penonton (saya) hampir percaya kalau science (berbagi mimpi) di dalam film itu juga dipakai sebagai alat latihan militer. Saya mengakui kalau saya bodoh ketika mencari tentang kebenarannya di internet. Saya tidak bilang semua orang berhasil dikelabui tapi paling tidak ada satu orang yang hampir percaya.

Yang saya tulis di sini mengandung Spoiler Garis Keras. Jadi di-bookmark dulu bagi yang belum menonton filmnya, supaya nanti di kemudian hari ketika kalian bingung akan akhir filmnya bisa kalian buka lagi artikel saya ini. Mudah-mudahan membantu!

Artikel ini saya buat sesingkat mungkin jadi saya anggap pembaca sudah akrab dengan Inception (tahu nama tokoh & tahu setiap kejadian) dan saya ingin pembaca sudah jelas dengan teori-teori yang ada di dalamnya (totem, sharing dream, dream within a dream, Limbo dll). Jika belum maka silakan tanya di kolom komentar atau searching sendiri jika ingin lebih cepat.

Apa yang saya maksud dengan akhir ambigu Inception? Bukannya sudah jelas akhirnya?


Well, jika ada yang berpendapat bahwa akhir ceritanya sudah jelas berarti kalian belum menikmati Inception sepenuhnya. Karena menurut saya menonton Inception akan lebih nikmat jika memikirkan kerumitan menentukan akhir dari ceritanya. Karena setelah menonton Inception saya dihantui oleh kejadian-kejadian di akhir cerita yang memiliki dua sisi maksud.

Tidak apa-apa juga si kalau kamu cepat menentukan akhir ceritanya karena setiap pemikiran orang berbeda-beda. Hanya saja the Director of Inception, Christopher Nolan pernah ditanya tentang akhir dari filmnya namun ia sendiri menjawab kira-kira "akhir ceritanya biar saya serahkan kepada penonton". Dari sini makanya saya menyimpulkan bahwa si Director sengaja membuat akhir ceritanya ambigu.

Dari beberapa teman saya pun juga memiliki versi berbeda-beda tentang akhir ceritanya. Ada yang yakin akhir ceritanya Cobb terperangkap Limbo, ada pula yang yakin akhir ceritanya Cobb berada di dunia nyata. Namun ada pula yang tidak yakin antara keduanya. Ini saja sudah jelas bahwa akhir ceritanya ambigu antara kenyataan atau Limbo.

Lalu mengapa dibuat ambigu? Bukannya film tujuannya untuk menghibur?


Well, siapa bilang kalau film yang membuat kepala penonton meledak tidak menghibur? Justru saya dan beberapa teman saya suka genre film yang seperti itu. Alasan sutradara mungkin ingin menambah kontroversi untuk filmnya supaya memiliki nilai tambah. Kalian tahu jaman sekarang kontroversi selalu menjadi nilai tambah.

Di mana letak ambigunya?  (antara Kenyataan atau Limbo)


Saya akan menjawabnya dari bagian akhir cerita Inception di mana Cobb terdampar di pinggir pantai dan bertemu Saito Tua (old Saito)

Pertama, Old Saito setelah diyakinkan oleh Cobb bahwa dunianya tidak nyata, Ia langsung memegang pistolnya. Di sini Scene seketika berganti latar di Pesawat memperlihatkan Cobb yang bangun dari "berbagi mimpi"nya. Dalam adegan Pistol tersebut, jika Old saito bunuh diri, maka Old Saito dan Cobb akan bangun dari Limbo dan akhir ceritanya adalah KENYATAAN. Namun jika Old Saito malah membunuh Cobb maka Cobb akan masuk ke Limbo yang lebih jauh. 



Alasan Old Saito membunuh Cobb bisa saja karena Saito sudah terlalu lama di Limbonya (sekitar 50 tahun) sehingga Ia tidak percaya bahwa kehidupan yang Ia lewati di sana adalah mimpi dan menganggap Cobb orang yang menjebaknya untuk bunuh diri. Old Saito juga sempat percaya dan ingat akan perjanjiannya dengan Cobb namun bisa saja Old Saito berfikir bahwa Cobb itu palsu dan memanfaatkan perjanjian masalalu Old Saito untuk menjebaknya bunuh diri.

Mengapa ketika Old Saito bunuh diri maka mereka terbangun tapi ketika Cobb dibunuh maka Cobb akan jatuh ke Limbo? Karena Old Saito sudah berada di Limbo. Dalam Limbo ketika orang mati maka akan bangun dari mimpi, sedangkan mimpi di Scene tersebut adalah mimpi milik Saito sehingga Cobb akan bangun ketika Saito bangun. Jika Cobb yang mati maka Cobb terjatuh di Limbo karena dalam Scene tersebut Cobb belumlah berada di Limbo, Cobb masih ingat bahwa itu mimpi.

Alasan kedua akhir Inception ambigu karena banyak dari penonton mempermasalahkan kejadian setelah di bandara ke rumah Cobb. Dalam adegan tersebut Cobb berada di Bandara dan berhasil melewati administrasi namun Scene langsung berpindah ke rumah Cobb. Hal ini seperti mimpi. Tapi padahal semua film juga sering melakukan pemendekan adegan supaya menghilangkan adegan yang tidak penting/tidak perlu. Hal ini tentu saja logis untuk keduanya dan membuat ambigu.

Ketiga adalah Totem. Nah ini yang utama. Ketika Cobb berada di Rumah Ia memutar Totem dan ditinggalkannya karena Ia telah rindu bertemu anak-anaknya. Jika totemnya tidak berhenti berputar maka Cobb masih dalam mimpi. Namun jika Totem berhenti berputar berarti Cobb berada pada kenyataan. Dan kalian tahu sendiri akhir dari Totem tersebut. Tidak berhenti berputar dan terus berputar. Ketika hendak berhenti berputar pun, Film selesai sampai di situ. Akhirnya pun masih belum jelas, bukan?




Menjawab Akhir Cerita Ambigu Inception:



Tenang di sini saya tidak hanya menunjukkan ketidakjelasan akhir ceritanya namun juga menyampaikan Teori yang menarik untuk akhir dari Inception. Sehingga kita sebagai penikmat filmnya bisa mati dengan tenang.

Teori ini disampaikan seseorang di situs 9gag.com beberapa tahun lalu. Sebenarnya saya sudah tahu hal ini lama namun saya baru punya niat menuliskannya sekarang.

Ingat ketika totem di akhir scene tidak jelas antara berhenti atau tidak?

Mari kita bahas tentang totem terlebih dahulu. Dalam Inception setiap orang memiliki totem yang berbeda-beda untuk parameter penunjuk dunia nyata atau dunia mimpi. Di film ditunjukkan bahwa Arthur memiliki dadu sebagai totemnya, Ariadne memiliki totem berbentuk bidak catur, Dan istri Cobb (Mal) sang pencipta totem memiliki gasing sebagai totemnya. 


Syarat utama sebuah totem adalah totem harus memiliki cirikhas khusus yang hanya boleh diketahui pemiliknya. Hal ini ditujukan agar orang lain tidak memanipulasi totem tersebut dan menjebak seseorang di dalam mimpi seperti dilakukan Cobb kepada Mal. Ketika Mal menciptakan sebuah totem berputar dan Cobb tahu cara kerja totem tersebut, Cobb menanamkan ide kepada Mal dengan memutar totemnya di berangkas Mal sehingga Mal berfikir bahwa setiap kali Ia bangun Ia merasa masih tetap berada di dalam mimpi. Dari situ Cobb memberitahukan ke rekan-rekannya bahwa cara kerja totem tidak boleh diketahui orang lain supaya kejadian tragis tersebut tidak terulang.

Lalu mengapa Cobb memberitahu Ariadne cara kerja Totem Gasing berputar?

Jawabannya jelas, karena totem tersebut bukan totem milik Cobb. Totem itu milik Mal. Sehingga kejadian totem di akhir cerita tidak bisa dijadikan parameter penentuan akhir cerita. Penonton harus mencari totem milik Cobb sendiri.

Lalu Apa totem milik Cobb?

Apakah yang membedekan Cobb bermimpi atau tidak?

Dalam kenyataan, Cobb telah berpisah dengan Mal karena Mal telah bunuh diri. Namun di dalam mimpi mereka masih bersama. Mereka masih pasangan suami istri.

Lalu benda apa yang membedakan seseorang menikah atau tidak? Awalnya saya tidak percaya hal ini namun kemudian saya mencari tahu langsung dan menemukan ini: (klik untuk membuka)







Maka Jawaban dari akhir cerita adalah: Totem Cobb adalah Cincin kawin di tangan kanannya. Sehingga...

...Sampai saat itu Cobb masih bermimpi untuk tetap bersama istrinya namun Cobb telah bertemu dengan anak-anaknya di dunia nyata.

Monday, May 25, 2015

Ngomongin Film: Interstellar


Spoiler Alert

Major Spoiler ahoy! Bagi siapapun yang belum menonton filmnya diharapkan jangan membaca artikel ini. Jika kamu belum menonton filmnya namun masih tetap membaca artikel ini, saya jamin ketika kamu menontonnya nanti tidak akan mendapat kepuasan dari rasa penasarannya.

Sedikit mengenai Interstellar


Interstellar merupakan film sains fiksi karya sutradara profesional film sains fiksi Christopher Nolan. Film yang ide ceritanya menerapkan teori-teori tentang luar angkasa dan memberikan gambaran visual penerapan teori-teori tersebut yang sebelumnya belum pernah diberikan oleh film manapun. Beberapa dari teorinya pun ada yang telah terbukti kebenarannya. Selain penerapan teori-teori luar angkasa, ide cerita dari film ini sama seperti film-film Christopher Nolan lainnya adalah membuat seolah film ini bukanlah fiksi melainkan sesuatu yang sebenarnya bisa saja terjadi dan logis atau masuk akal. Jadi sebenarnya film ini belum bisa dikatakan sains fiksi jika belum ada yang dapat membuktikan bahwa teori-teori yang diterapkan adalah salah. :D

Pasti kalian langsung berfikir, "ini dia anak sok tau tentang film, baru liat interstellar udah ngerasa jadi saintis". Look, bagi saya sebuah film bukan lagi hanya dicari hiburannya saja. Sebuah film kadang bisa mengubah cara pandang saya, bisa membuat saya terobsesi, bisa memberikan pengetahuan sejarah dan bisa memberi wawasan ilmu pengetahuan baru. Jadi menurut saya layak bagi sebuah film untuk dibahas secara mendetail apalagi film. Saya hanya suka membahas film dari segi yang lebih jauh. Saya tidak mengaku sebagai saintis, kritikus film atau Movie Geek.

Berbicara tentang masuk akal atau tidaknya film ini sebenarnya telah menjadi perdebatan sengit antar kritikus, antar movie geek bahkan antar Ilmuan Amatir Dadakan. Banyak dari penonton Interstellar menjadi Ilmuan Luar angkasa sedetik setelah filmnya selesai ditonton. Mereka mencoba membuat teori-teori versi mereka sendiri tentang keadaan luar angkasa yang seharusnya terjadi. Mereka ada yang mencoba menempatkan dirinya di pihak Interstellar dengan membela ke-masuk-akal-an filmnya dan ada pula yang simply menganggapnya tidak masuk akal. Keduanya sama saja amatir jika tidak menguasai dan punya imajinasi tentang teori-teori yang diterapkan di filmnya.

Sekali saja menonton filmnya sama sekali tidak membuatmu menjadi Ilmuan atau ahli astronomi. Namun pendapat orang bisa saja berdasarkan pengalaman membacanya. Yang perlu dilakukan adalah berusaha Open Mind terhadap pendapat orang lain.

Dalam memahami kejadian-kejadian dalam film Interstellar seseorang bukan hanya harus pintar logis, namun juga harus punya imajinasi. Karena seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa film ini berdasarkan teori yang belum pernah terjadi (walaupun sebagian sudah). Jadi "logis" atau "masuk akal" sebenarnya jangan dijadikan sebagai patokan utama. Walaupun film ini dibuat dengan mencoba untuk "logis" dan "masuk akal" namun patokan utamanya penonton harus memiliki imajinasi yang kuat. Karena sulit bagi manusia untuk menerima sesuatu yang belum terjadi dan hanya teori sehingga hanya imajinasi yang dapat menolong manusia dari keputus-asaanr. :D

Okelah, itu saja pendahuluannya sehingga dalam tulisan berikutnya saya berharap para pembaca lebih menggunakan imajinasinya daripada hanya logikanya saja.

Pertanyaan berikut adalah pertanyaan yang muncul dari teman-teman terdekat saya, dari status facebook atau twitt seseorang, dari meme komik, atau dari mana saja yang menanyakan tentang kejadian-kejadian dalam film Interstellar. Jawaban dari pertanyaan di bawah ini murni dari pendapat pribadi dan tidak serta merta harus benar 100%. Oke?
Mari kita ulas pertanyaannya berdasarkan timeline Interstellar

1.      Ketika Cooper dan kawan-kawan pergi dari Bumi mereka membawa pesawat luar angkasa besar yang dibantu dengan 2 roket untuk melawan gravitasi bumi, namun di planet yang gravitasinya ....% dari gravitasi bumi mereka hanya membawa pesawat kecil. GAK MASUK AKAL?

Jawaban saya untuk pertanyaan ini adalah masuk akal DENGAN ASUMSI. Kita tahu bahwa Interstellar seperti film Nolan lainnya tidak menjelaskan hal kecil yang bisa diasumsikan. Jadi asumsikan bahwa Nasa di kala itu memiliki teknologi yang canggih yang mampu membuat pesawat kecil tersebut pergi dari planet yang gravitasinya ....% dari gravitasi bumi tanpa bantuan 2 buah roket.

Tapi mengapa ketika Nasa pergi dari bumi membawa pesawat besar dengan 2 buah roket? Karena bisa kita asumsikan bahwa NASA harus membawa banyak sekali peralatan dan perbekalan yang akan digunakan untuk menjelajah angkasa bertahun-tahun. Sedangkan di planet Miller Mereka tidak perlu membawa banyak perlengkapan sehingga pesawat kecil saja cukup untuk membawa muatannya.

2.      Relativitas waktu sebenarnya tidak bisa terjadi dan tidak masuk akal karena jika terjadi maka cahaya di planet Miller Akan terlihat lambat dan pergerakan cooper di planet tersebut akan terlihat melambat jika dilihat dari luar planetnya (atau bahkan terlihat tidak bergerak). Lagipula patokan waktu adalah manusia yang membuat sehingga perbedaan waktu tidak bisa terjadi. GAK MASUK AKAL?

Jawaban saya kali ini saya setuju tentang satu hal di pertanyaan ini. Saya setuju bahwa pergerakan cahaya akan melambat dan cooper akan terlihat tidak bergerak di planet Miller Ketika dilihat dari luar planet. Bisa saja seperti itu karena waktu di planet itu berjalan lebih lambat dibanding di luar planet.

Namun hal ini tidak membuktikan kalau relativitas waktu tidak bisa terjadi. Karena di film tersebut tidak ditunjukkan pergerakan cahaya-cooper dilihat dari luar planet. Jadi penonton tidak tahu pergerakan cahaya dan  pergerakan cooper dari luar planet sehingga hal ini tidak membuktikan apapun.

Benar memang bahwa patokan waktu dibuat oleh manusia. Cohtohnya 1 hari adalah 24 jam dihitung berdasarkan satu kali rotasi bumi dan diterapkan pada jam digital / analog.

Teori relativitas adalah teori yang dikemukakan oleh Einstein yang dikala itu hanya sebatas teori dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Namun setelah bertahun-tahun teori tersebut akhirnya dibuktikan dengan percobaan menggunakan pengukur waktu paling akurat di dunia. Percobaan ini dibuat untuk membuktikan teori relativitas dilasi waktu gravitasional. Inti dari keberhasilan percobaan ini adalah, ternyata pengukur waktu yang berada di atas gunung dengan gravitasi rendah memiliki perbedaan waktu dengan pengukur waktu yang berada di dataran rendah dengan gravitasi tinggi. Jarak perbedaan waktunya hanya nol koma sekian detik namun hal ini telah diakui menjadi bukti relativitas waktu.

Namun seseorang yang memiliki pertanyaan ini tidak puas sampai di situ saja. Seseorang yang memiliki pertanyaan ini adalah teman saya dan ketika saya kemukakan bukti tersebut ia tetap tidak puas dan tetap menganggap relativitas waktu tidak bisa terjadi, tidak mungkin terjadi, dan tidak masuk akal. Ia berpendapat bahwa penelitian tersebut bisa terjadi seperti itu karena pengukur waktunya memang terpengaruh terhadap gravitasi karena gaya pegasnya dan itu hanya berpengaruh terhadap fisik. Ia menambahkan bahwa semua astronot ketika baru kembali dari bulan mereka bertambah tinggi 10 cm. Hal ini hanya berpengaruh pada fisik tinggi badan karena gravitasi di bulan lebih rendah sehingga badan leluasa tumbuh tinggi tanpa hambatan gravitasi bumi. Kemudian dia menyarankan saya untuk pergi ke luar angkasa supaya bertambah tinggi badan saya.
How the hell am I suppose to say to that?

Seperti yang saya katakan, sebuah teori yang belum tentu kebenarannya butuh imajinasi jika tidak ada bukti. Tetapi ketika sebuah teori yang sudah dibuktikan oleh ilmuan yang kompeten di bidangnya dan penelitian itu diakui dunia tidak dapat memuaskan logika seseorang, maka imajinasilah yang harus digunakan.

Jika memang astronot bertambah tinggi ketika berada di bulan, apakah tidak mungkin astronot tersebut mengalami hal itu karena perbedaan waktunya?

Kita tahu teori relativitas waktu gravitasional adalah waktu akan lebih cepat bergerak dalam gravitasi yang rendah dibandingkan dengan gravitasi tinggi. Maka akan masuk akal jika kita imajinasikan bahwa astronot itu menua lebih cepat dibandingkan penduduk bumi karena di luar angkasa (bulan) memiliki gravitasi lebih rendah dari bumi sehingga Ia lebih cepat bertambah tinggi.

Well, saya sih sebagai mahasiswa akuntansi yang tidak menguasai teori relativitas lebih memilih untuk perpendapat bahwa relativitas waktu itu bisa terjadi. Karena pertama, teori tersebut membuat seseorang mendapatkan penghargaan nobel, sebuah penghargaan yang diakui oleh banyak orang berkompeten di bidangnya. Kedua, karena teori tersebut sudah terbukti dari penelitian yang diakui. Ketiga, karena pendapat teman saya tersebut yang mengatakan relativitas waktu tidak mungkin terjadi bisa disanggah dengan mudahnya oleh saya seorang mahasiswa akuntansi yang tidak menguasai teori relativitas.

Sebenarnya pertanyaan tersebut belumlah setara dengan keraguan seorang ilmuan dan kritikus film Phil Plait. Phil dalam artikelnya Interstellar Science mengemukakan beberapa teorinya yang menyanggah semua kejadian di Interstellar. Contohnya dalam artikel tersebut adalah kejadian tentang "bisa atau tidaknya dilasi waktu gravitasional terjadi di planet Miller". Phil menyanggah hal tersebut dan menyatakan bahwa Planet Miller haruslah berada di permukaan black hole untuk dapat memiliki perbedaan waktu yang sangat jauh. Phil juga mempertanyakan cahaya dari planet Miller karena cahaya dan panas di Miller haruslah berasal dari bintang di dekatnya.

Namun artikel Phil tersebut diupdate beberapa waktu setelahnya untuk memberikan konfirmasi kesalahan yang dilakukan Phil. Dalam update artikelnya berjudul Follow up: Interstellar Mea Culpa, Phil ternyata berubah pendapat dan menyatakan bahwa perbedaan waktu 1 jam banding 7 tahun tersebut bisa terjadi.


3.      Tesseract sebagai bentuk dimensi 4 yang dibuat oleh "mereka" dalam 3 dimensi di film tersebut terlalu maksa. GAK MASUK AKAL?

Sebetulnya saya pun hampir menyayangkan adegan tersebut di mana Cooper masuk ke dalam "wadah" 4 dimensi yang dibuat oleh makhluk 5 dimensi tersebut. Saya ketika itu nyaris kecewa karena Interstellar yang dibuat untuk menerapkan teori - teori besar malah berakhir dengan adegan keajaiban yang tidak bisa dibela dengan pemikiran rasional manusia.

Namun ketika menonton lebih lanjut adegan tersebut kemudian dijelaskan bahwa tempat itu adalah bentuk dari 4 dimensi. Lalu mengapa Cooper yang seorang makhluk 3 dimensi dapat masuk ke dalamnya? Itupun sudah dijelaskan bahwa wadah 4 dimensi tersebut sengaja dibuat oleh makhluk 5 dimensi dalam bentuk 3 dimensi agar Cooper memahaminya. Hal ini dijelaskan Tars yang "katanya" bertemu dengan makhluk 5 dimensi.

Lalu mengapa ada di tengah Black Hole? Karena di situ dijelaskan bahwa Pusat Black hole merupakan singularity yang tidak akan diketahui bentuknya oleh manusia sampai ada manusia yang secara langsung memasukinya. Artinya di dalam pusatnya Black Hole terdapat sesuatu yang jauh dari pemikiran manusia dan belum pernah diketahui manusia. Hal ini menjelaskan mengapa bentuknya "aneh" dan "maksa".

Menariknya, Interstellar mencoba menerapkan bentuk Tesseract ke dalam ilustrasi visual. Kita tahu bahwa ruang dan waktu terdapat pada dimensi ke 4 dan dimensi 5 adalah paralel universe. Hal ini tetap masih berupa teori dan belum ada satupun orang membuktikannya. Namun yang Interstellar lakukan telah memberikan gambaran visualnya kepada manusia sehingga manusia memiliki ruang untuk tahu.

Lagipula dalam pembuatan filmnya, Christopher Nolan dibantu dengan ilmuan yang berkompeten dalam mengilustrasikan anomali-anomali luar angkasa ke dalam visual. Anomali-anomali tersebut yang sebelumnya belum pernah dijamah oleh alat peneliti manusia.

Jika masih tidak setuju adanya Tesseract mungkin kalian harus membaca sendiri di Wikipedia. Di sana cukup lengkap

4.      Cooper di masa depan mengirim pesan ke Cooper sendiri di masa lalu untuk pergi ke NASA. Bagaimana bisa ini terjadi pada Cooper di masa lalu ketika masa depan belum terjadi?

Pertanyaan ini akan mudah dijawab jika si penanya menerima teori dimensi ruang dan waktu. Dalam dimensi ruang dan waktu, waktu terjadi secara bersamaan dan ada dalam keseluruhan. Artinya waktu dalam dimensi 4 tidak ada awal dan akhirnya.

Contohnya seperti roll film. Dalam roll film, kamu dapat melihat potongan-potongan film berupa gambar yang tidak bergerak. Secara bersamaan Kamu dapat melihat awal cerita dan akhir cerita film. Kamu bisa memilih untuk pindah ke adegan manapun dalam film tersebut karena kamu menguasai sepenuhnya roll filmnya.

Dalam dimensi 4, waktu hanya berupa potongan-potongan kejadian yang tidak bergerak seperti yang terjadi di roll film tersebut. Dalam dimensi 4, kamu dapat melihat awal terjadinya alam semesta sampai akhir dari alam semesta. Semua terjadi secara bersamaan tanpa ada "awal terjadi" sampai "akhir terjadi".

Maka hal ini menjelaskan mengapa Cooper dapat mengirim pesan ke Cooper sendiri. "Cooper di masa lalu mendapatkan pesan dari cooper di masa depan padahal masa depan belum terjadi" hanya berlaku di dimensi 3 di mana manusia berada. Manusia sebagai makhluk 3 dimensi tidak dapat melihat keseluruhan waktu dan hanya dapat mengikuti arus waktu. Namun sebenarnya masa depan dari manusia sudah terjadi bahkan sebelum mereka dilahirkan. Jadi Cooper di masa depan tersebut bukanlah kejadian yang belum terjadi sehingga tidak ada mana yang lebih dulu terjadi antara kejadian cooper masa lalu dan cooper masa depan.

Susah menerimanya?

Memang susah. Karena kita manusia sebagai makhluk 3 dimensi tidak dapat melihat dimensi 4.

Ibaratnya seperti yang terjadi pada dimensi 2 ke dimensi 3. ketika Leonardo Da Vinci melukis Monalisa, Ia menciptakan Monalisa dalam kanvas sehingga membuat Monalisa makhluk 2 dimensi. Karena Monalisa adalah makhluk 2 dimensi, monalisa tidak dapat melihat dimensi milik Da vinci yaitu dimensi 3. lukisan 2 dimensi hanya dapat terdiam menempel pada kanvas tanpa bisa keluar dari dimensinya dan berubah menjadi manusia 3 dimensi. Lukisan 2 dimensi tidak akan memahami apa bentuk 3 dimensi (dimensi manusia).

Hal ini sama seperti kita makhluk 3 dimensi yang tidak dapat keluar dari 3 dimensi untuk menjadi makhluk 4 dimensi. Sehingga kita tidak tahu bagaimana bentuknya. Namun kita sebaga manusia adalah makhluk yang berfikir. Yang dapat kita lakukan hanya berupa asumsi dan teori dan untuk menerapkannya manusia juga memiliki imajinasi. Film ini telah memberikan gambaran visual tentang sesuatu yang teoritis namun tidak bisa dibuktikan manusia.


Seperti yang sudah saya singgung di atas, Interstellar diciptakan dari pemikiran ilmuan Kip Thorne dan diceritakan dengan penuh warna oleh Christopher Nolan. Sebenarnya semua pertanyaan ilmiah dari film tersebut bisa terjawab langsung dari Kip Thorne dalam bukunya The Science of Interstellar.

Tapi pendapat saya pribadi, dari semua film Christopher Nolan sejak tahun 2000 sampai sekarang, Interstellar adalah urutan terbawah kedua di atas Insomnia.